Tuesday, May 5, 2015

#AyoBerubahDariDiriSendiri - Part 2 (Apa Sih?)

Apa sih #AyoBerubahDariDiriSendiri itu?

Picture by ciscachocolate.blogspot.com
#AyoBerubahDariDiriSendiri atau #ABDDS adalah campaign yang saya buat sebagai ajakan kepada setiap individu untuk berubah menuju kualitas hidup yang lebih baik. Untuk siapa? Tentunya yang pertama sekali untuk diri sendiri. Perubahan diri merupakan sebuah awal dari perubahan lainnya yang lebih besar. Perubahan diri merupakan titik mula dari perubahan lingkungan baik itu keluarga, komunitas, perusahaan, kota, bahkan negara. Tentunya yang kita harapkan adalah perubahan ke arah yang lebih baik.

Memang untuk berubah dan merubah sesuatu itu tidak mudah. Namun apabila tidak dimulai perubahan tidak akan pernah terjadi. Perubahan yang perlu dilakukan terhadap diri sendiri itu apa saja?

1. Pola pikir (mindset)
Pola pikir masyarakat kita banyak yang sudah out of date. Contoh kecil, banyak anak banyak rejeki. Contoh lain pola pikir karyawan yang modelnya pasrah sama diri sendiri dan keadaan, "Ya sudah yang penting saya masih digaji, toh kerja keras lembur menggila pun saya ga akan jadi pemilik perusahaan." Akibatnya ga ada kemauan untuk maju, berpikir kreatif, malas, dan hidupnya ga ada perkembangan.

2. Perilaku
Adalah hal yang lumrah apabila sekali waktu manusia memiliki perilaku yang buruk. Namun sesuatu yang buruk tidak boleh dipelihara terlalu lama. Cepatlah berbalik! Perilaku malas, hobi menunda pekerjaan, cuek atau tidak peduli dengan kondisi sekitar dan sejuta perilaku ga menguntungkan lainnya patut segera diubah!

3. Gaya hidup
Boros, doyan belanja barang non-primer/sekunder, besar pasak dari pada tiang, ga memerhatikan lingkungan, itu beberapa contoh gaya hidup yang kudu, wajib, mesti, diubah detik ini juga. Bayangkan kalau air habis dalam waktu 2 tahun? Kita mandi, minum, nyiram tanaman pakai apa? Lebih ngeri lagi kalau energi menipis.. ga bisa internetan, nonton YouTube, bahkan ngecharge hp. Hobi berhutang karena ga bisa mengatur keuangan juga ngeri lho. Makanya #AyoBerubahDariDiriSendiri, sekarang!

4. Cara Bicara
Jangan judes-judes, ga usah bentak-bentak, ga usah nyela orang lain terus, berhenti bicara tidak sopan. Kalau kamu masih pelihara sikap bicara seperti itu, jelas sekali kamu bukan orang hebat. Orang hebat itu pasti rendah hati, mau mengajari orang lain, tidak pemarah, ngga berkata kasar dan ga menganggap dirinya paling pintar. Mulai sekarang, mari bicara dengan tutur yang santun, nada yang menyenangkan, berkata-kata yang inspiratif buat orang lain. Dengan begitu, orang di sekitar kita pasti senang dengan kehadiran kita, dan terinspirasi untuk bersikap seperti kita.

Tunggu apa lagi? #AyoBerubahDariDiriSendiri, dan rasakan manfaatnya di kehidupan kamu.

.cis.

Friday, May 1, 2015

#AyoBerubahDariDiriSendiri - Part 1

Di zaman yang serba susah ini semakin banyak orang yang mengeluh. Dari mulai mengeluhkan jalan raya yang macet, sampai urusan gaji ngga naik-naik. Salah siapa?

Kalau mau cari salah siapa paling gampang, macet salahnya orang-orang yang bawa mobil cuma berpenumpang satu setiap hari. Nah lho, berarti salah kamu sendiri donk?

Kalau gaji ngga naik-naik itu salahnya pegawai yang kurang tekun bekerja, di kantor kebanyakan ngerumpi dan buka akun sosmednya yang followernya udah buanyak. Berarti salah kamu lagi donk?

Ask yourself, make a review!

1. Kenapa ngga bisa nabung setiap bulannya? 

Sesekali hitung gaji kamu, dan hitung pengeluaranmu setiap bulan. Bisa mengoperasikan basic Microsoft Excel kan? Ga perlu kalkulator, tinggal sum dan pake formula. Ok kalo masih sulit, pake kalkulator HP smartphone-mu aja deh. Dari situ ketauan, gaya hidup kamu sesuai ga dengan pendapatanmu. Besar pasak dari pada tiang ngga? Kamu model yang makan siang di mall ketika gajian dan makan siang di kantin saat belum gajian ga? Kamu tipe yang selalu butuh baju baru padahal lemari udah ga muat ga? Jangan meminta naik gaji hanya karena ingin seluruh biaya gaulmu terpenuhi tapi ngga bisa berhemat dan kurang bijak mengatur keuangan.

2. Sudah berapa tahun ngga naik gaji? 

Well, ga beda jauh sama presiden. Pernah dengar lelucon: kesamaan pegawai dengan presiden itu satu: gaji ga naik-naik. Coba tanya sama diri sendiri, apakah sudah cukup layak naik gaji atas performa kita di kantor (saya ga bahas naik gaji akibat inflasi di sini). Tiga tahun kerja masih semangat, masuk tahun keempat dan kelima mulai demotivasi. Datang ga jelas jam berapa, langsung sarapan di kantin. Baru balas email klien satu, udah siap-siap lunch, di mall pula yang lokasinya bermenit-menit dari kantor. Kelar makan balas email klien yang satu lagi, habis itu ngopi time. Setelah ngopi, bikin draft proposal. Baru draft lho, belum final, karena ga sempat udah waktunya pulang.

Kalo kamu punya perusahaan, kira-kira bakal mempekerjakan orang model gini ngga? Kalo saya sih jelas ngga. Miara benalu cuma bikin perusahaan rugi, bayarin gaji tapi ga produktif. It counts to cost without revenue!

Lalu kenapa berharap naik gaji? Ukurannya apa? Atau kalau memang benefitnya sudah dirasa ngga memadai lagi, kenapa ga resign dan cari kantor lain? Takut ga diterima? Lha ya wajarlah, orang ga pede sama diri sendiri. Gimana bisa pede, skill aja mepet. Saya percaya orang kalau percaya diri, usia berapapun, skillnya bagus, pasti kepake di mana aja. Naif? It's up to you.

3. BBM naik lagi.

Terus kenapa? Pelajari kenapa subsidi BBM harus dicabut, cerna, lalu pahami dampaknya bagi kehidupan kita di masa depan, ga cuma buat kamu dan saya, tapi generasi kita di tahun-tahun berikutnya. Pemerintah juga harus hemat, hemat dengan menghapus anggaran subsidi BBM, demi mengalokasikannya ke pembangunan infrastruktur baik itu jalan raya, sekolah, fasilitas kesehatan dan sebagainya. It's not about being pro or cons to the current president lah ya. Grow up! Dari jaman alm. Pak Harto BBM juga sudah sering naik. Lupa?! Segampang itu lupa 32 tahun lamanya?

BBM memang sedikit banyak memberi dampak pada kenaikan kebutuhan pokok sehari-hari. Tetapi kalau kamu bijak, kamu bisa mengalah untuk mengurangi biaya pergaulan untuk dialokasi ke kebutuhan pokok ini. Kalu ga gaul atau ga eksis masih bisa hidup lho, kalau ga makan, bisa sakit! Lagi pula, dari sepanjang hidup ini BBM sudah berkali-kali naik, apa iya kamu jadi ga berangkat ke kantor karena biaya transportasi jadi dirasa terlalu mahal? Ah, bukannya setahun sekali juga masih bisa travelling naik pesawat?

4. Think clearly!

Sudahlah kawan, jangan mencaci-maki terus. Stop posting hal yang ga inspiratif di sosial media, provokatif, tapi kamu ga berusaha menciptakan perubahan itu sendiri: buat dirimu, masa depanmu, dan buat negara tercinta kita Indonesia. Udah saatnya kita berubah, dan perubahan itu harus datang dari diri sendiri, menjadi role model buat orang lain, lalu orang lain menjadi role model buat orang lainnya lagi, dst. Ayo dong, #AyoBerubahDariDiriSendiri.

Dalam hidup ini ngga ada sesuatu yang instan selain mi dan susu. Untuk lahir ke dunia aja butuh perjuangan ibu dan janin selama 9 bulan di kandungan. Apalagi untuk menjadi orang sukses dan manusia hebat? Sayangnya ukuran sukses dan hebat yang orang umum pakai itu adalah masih bersifat materiil. Saya ga bilang bahwa hal-hal yang bersifat materiil itu ga penting loh ya. Tetapi akhirnya karena hal-hal materiil itu tidak terpenuhi sesuai dengan apa yang diinginkan (bukan cuma sesuai dengan apa yang dibutuhkan), sering kali orang kecewa, mengeluh dan misuh-misuh sendiri bilang pemerintah ga adil, perusahaan ga adil. hidup ini ga adil. Hidup ngga selalu tentang adil atau tidak adil. Tetapi soal mencari dan menciptakan peluang. Di zaman serba susah ini ada kemudahan teknologi, manfaatkan donk buat hal-hal yang positif.

Stop complaining deh, dan coba lebih kreatif untuk maju. Caranya? Masak harus saya yang jabarin juga, baca-bacalah success story orang lain yang patut ditiru dan inspiratif. Cari tahu apa yang kamu mau dan suka untuk lakukan, lalu kembangkan dan jadikan itu berhasil. Hidup penuh keluhan itu capek lho bro, sis. Dari pada capek ngeluh lebih baik capek berkarya. Setuju?

.cis.

Wednesday, April 29, 2015

My Second Ride With Uber, Even Better!

Nice ride today with Uber. I finished my meeting at Lotte Shopping Avenue (LOVE) in Kuningan at 16:45 and wanted to go home by Uber. You can imagine Kuningan area after office hour, can't you? It has to be a very patient people who drives along Kuningan during that hours. The driver, a 53-year old man was a talkative person, nice to chat with, know well about service and never complain traffic jam.


It was so crowded from Kuningan until Pejompongan, and got smoother on Palmerah/Permata Hijau. About 1 hour and 20 mins ride for 13.46 km, it charged only Rp53.500. I can't be more excited to estimate how much money I can save with this transportation.

To use this transportation, simply download the app on your smartphone Uber by Uber Techonologies, Inc., sign up and start your ride.

Note: use my promo code uz2mm to get Rp75.000 off on your first ride. Enjoy!

.cis.

Tuesday, April 28, 2015

Avengers: Age of Ultron, full action, less surprise.

Picture taken from www.cinemaxxtheater.com
Ngga banyak kejutan di film Avengers sequel kedua ini. Dari segi alur agak biasa: penciptaan robot canggih untuk menjaga kedamaian. salah formula, lalu menjadi robot jahat yang mampu berpikir, bukan robot yang sekedar untuk dikendalikan. Ultron, robot penghancur peradaban manusia yang menganggap manusia sebagai penyebab kehancuran bumi, berniat membawa kedamaian, namun kedamaian dalam versinya sendiri (baca: kehancuran). Lalu robot jahat bernama Ultron ini berevolusi untuk membasmi bumi.

Adegan perpecahan di tubuh Avengers juga terjadi di film kali ini. Perbedaan pendapat, saling tuding, saling menyalahkan, ga beda dengan Avengers pertama. Harus diakui memang kecanggihan teknologi yang diciptakan dua ilmuwan 'sinting' Tony Stark dan Dr. Bruce Banner memang keren. Film ini mengedepankan science fiction-nya juga, selain action, yang dapat membuat penonton terkesima dengan otak brilian si sutradara, Joss Whedon.

Selain teknologi, salah satu adegan yang cukup besar dalam film ini adalah terangkatnya/terbangnya sebuah kota di Sokovia sebagai strategi untuk membumihanguskan manusia. Di tengah cerita, dua musuh yang direkrut Ultron yaitu si kembar Pietro dan Wanda, yang membenci Stark pada awalnya, bergabung dengan regu Avengers untuk memusnahkan Ultron. Kejadian kayak begini bukan alur baru di film-film action. Sedikit basi, karena tim Avengers jadi terus bertambah. Entah kayak apa di sequel ke-3 dan ke-4 nanti, tapi yang pasti jagoan-jagoan yang kekuatan dan kemampuannya ga terlalu spesifik seperti Iron Man, Thor dan Hulk, paling-paling hanya menjadi pembasmi robot-robot bikinan seperti punya Ultron.

However, film ini cukup menghibur juga karena ada beberapa adegan dan dialog lucu seperti:
1. Ketika para Avengers ditantang untuk pegang tongkat Thor, which nobody could do it, except (in the end) surprisingly Jarvis was able to do it and everybody was gawking.
2. Ketika Iron Man berusaha habis-habisan untuk membuat Hulk pingsan ketika di-mantra oleh Wanda. Adegan memukul Hulk berkali-kali itu lucu.
3. Ketika Hawkeye dibilang: "cepat, Pak Tua", oleh Pietro the superspeed human.
4. Ketika peluru satuan pengamanan nyasar ke lengan Pietro, dll.

However, i would give *** (three stars out of five) for this movie, because it didn't bring too much fun on me:
1. Terlalu full dengan actions, tapi alur tidak terlalu menonjol
2. Adegan-adegannya terlalu mudah ditebak
3. Satu hal yang menarik, saya berpikir, film ini mengesankan para pahlawan pembela kedamaian bumi kok malah pembawa kehancuran bumi, gedung dan kota hancur lebur. Secara logika wajar apabila pemerintah mau menyerang balik Avengers sebagai perusak kota dan merugikan negara. Tapi rupanya ada Starks Enterprise punya satu divisi yang mengurus pembenahan kota pasca pertempuran. Nice and make sense.

Personal score: 6/10
.cis.

Monday, April 27, 2015

Kenalin Supir Pribadi Saya, Uber.

Sudah pernah coba berkendara atau 'naxi' pakai Uber? Kalau belum, 'taxi' yang satu ini patut dicoba. Bukan sekedar taxi, tapi serasa supir pribadi, seperti tagline-nya: Everyone's Private Driver.

Kehadiran Uber meramaikan produk layanan transportasi berbasis app seperti Grab Taxi dan Gojek. Pengguna harus mendownload terlebih dahulu aplikasi Uber di smartphone, mendaftar, setelah itu dapat menggunakan jasa transportasi ini. Uber memiliki beberapa kelebihan dibanding transportasi publik lainnya, yaitu:

1. Mobil Pribadi
Kendaraan yang didaftarkan supir Uber adalah mobil pribadi. Bisa Toyota Avanza, Kijang Innova, dan lain-lain. Mobil tidak dapat dipilih; mobil yang didapat tergantung dari ketersediaan mobil dan supir di saat memesan. Uber memberi pilihan kepada pelanggan untuk memilih jasanya, yaitu UberX dengan kendaraan sejenis Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, sedangkan yang premium yaitu UberBlack, dengan kendaraan mulai Kijang Innova hingga Toyota Alphard. Kalau jalan-jalan pakai Uber, ngga ketauan kalau itu bukan mobil kita, serasa mobil pribadi aja hahaha...

2. Cashless
Ngga perlu bayar tunai! Di saat terpaksa pulang larut, hujan deras, dan tidak pegang uang cash sama sekali, tidak perlu kuatir, karena di dalam aplikasi ini tidak ada transaksi tunai kecuali parkir dan tol. Ongkos perjalanan akan ditagihkan ke kartu kredit yang diinput di awal pendaftaran. Setelah selesai perjalanan, Anda akan dikirimkan resi perjalanan Anda.

3. Relatif lebih murah
Yap! Beneran lebih murah dibanding beberapa merek taxi yang biasa saya gunakan. Jarak 7 km, dari Taman Menteng ke Gatot Subroto di hari Jumat, kondisi sedang tidak terlalu macet dan tidak terlalu sepi, dengan lama perjalanan sekitar 28 menit, tarifnya hanya Rp25.500. Tidak perlu tip, tidak ada biaya tambahan apapun. Apabila menggunakan taxi lain dengan jarak serupa, biayanya sekitar Rp40.000.
Resi perjalanan Uber
4. Ada promo
Pada saat menggunakan jasa Uber pertama kali, Anda akan dikirimkan notifikasi melalui email "Congratulations On Your First Uber Ride". Di dalam notifikasi tersebut Anda akan diberikan kode promo untuk mendapatkan potongan harga. Kode promo ini dapat Anda informasikan kepada teman, saudara, sahabat atau siapapun. Apabila teman Anda menggunakan kode promo ini, selain ia mendapatkan potongan harga, Anda juga akan diberikan reward serupa.
Kode promo Uber, silahkan digunakan :)
5. Aman
Keamanan tentu merupakan salah satu hal utama dalam berkendara. Sejauh ini pengalaman saya menggunakan Uber tergolong aman. Semoga aman terus ya!

Selamat mencoba.

.cis.

Sunday, April 26, 2015

Belajar Bijak

Menjadi figur apapun di dalam hidup ini tidak akan selalu mudah. Anak mengira lebih enak menjadi seorang Ayah, bisa tinggal perintah, tinggal suruh ini itu. Padahal tanggung jawab seorang Ayah sangat besar di dalam keluarga. Begitu pun seorang Ibu; mungkin terkadang mungkin ada kalanya ingin kembali seperti anak kecil yang hanya perlu merengek apabila ingin meminta sesuatu.

Semakin usia bertambah, semakin pula ada kewajiban untuk menjadi lebih bijaksana. Siapa yang tidak ingin disebut Ayah bijak, Ibu bijak, Anak bijak? Seseorang yang bijaksana tidak hanya baik, namun dapat mengambil keputusan yang benar dengan cara yang tepat.

Sekarang ini tidak kurang tips-tips psikologi di internet, seminar, sharing tentang menjadi orang atau orangtua bijak. Dari sekian yang kita sudah dengar, baca, ketahui, namun satu yang paling sulit dilakukan yaitu menerapkannya dalam hidup sehari-hari! Bersikap bijak itu harus dilatih, tidak bisa otomatis. Bijak itu soal belajar, bukan talenta.
Menjadi bijak bagi sebagian orang mungkin mudah, namun tidak bagi beberapa orang.

Beberapa waktu lalu saya dihadapkan dengan kondisi dimana saya harus bersikap bijak. Saat ini saya memiliki putra berusia 1 tahun 9 bulan, belum lepas ASI. Saya masih menyusui meskipun produksi ASI saya sudah sangat menipis, dan saya masih berusaha untuk memompa berapa pun hasilnya. Saat itu sudah malam, dan saya menghangatkan ASIP untuk anak saya sebelum tidur. Namun anak saya menolah ASIP tersebut dan merengek bahkan menangis sedih karena mengharapkan menyusui langsung.

Jujur saya sedih membayangkan harus membuang ASI 120 ml itu. Dilema. Membiarkan anak saya menangis dan tidak menyusuinya, memaksanya minum ASIP meskipun menjerit, atau dengan lapang dada merelakan ASIP terbuang dan memilih menyusui langsung?

Apa yang akan Anda pilih apabila ada di posisi saya? Haruskah saya mempertahankan ego, waktu yang dicurahkan untuk memompa, tenaga yang diupayakan agar menghasilkan ASIP? Atau mengalah demi buah hati yang merindukan pelukan sang Ibu sambil menyusui? Haruskan saya melampiaskan kekecewaan kepada sang buah hati yang tidak akan dapat mengerti susah payah perjuangan Ibunya untuk menyediakan ASIP baginya?

Saya memilih ASIP terbuang dan melihat anak saya nyaman dan tertidur lelap di pelukan saya sambil menyusui. Dan saya menikmati waktu-waktu dimana anak saya membutuhkan pelukan erat seorang Ibu. Sebentar lagi usianya 2 tahun, dan tidak akan menyusu lagi, saya tidak mau melewatkan momen menyusui yang hanya tinggal sebentar lagi.

Anak bukanlah seorang dewasa yang terbungkus di dalam tubuh seorang anak kecil. Baiklah yang lebih dewasa menempatkan diri di kaki seroang anak, dan bukan berharap sebaliknya.

Sudahkah Anda bersikap bijak hari ini, kepada suami, istri, orang tua, anak, kakak dan sahabat? Jika belum, maka mulailah.

.cis.

Saturday, April 25, 2015

Facial di Rumah? Mudah dan Menyenangkan dengan Sothys


Beberapa hari yang lalu saya meeting dengan seorang teman dari perusahaan produk perawatan kulit ternama dari Perancis. Meetingnya menyenangkan. Yang lebih menyenangkan lagi, saya diberi suvenir berupa produk perawatan kulit itu! Yap, namanya Sothys. Ada banyak rangkaiannya. Mulai dari pembersih wajah hingga masker dan krim malam.

Pada saat meeting, teman saya bilang kulit wajah saya dehidrasi, dan itu tampak jelas. Saya agak kaget juga, baru sadar kulit wajah saya jauh dari sehat, hiks.. :( Yah wajar sih, sudah lama sekali saya tidak melakukan perawatan wajah secara khusus. Sejak hamil, melahirkan, bekerja sambil mengurus anak, rasanya sudah ngga punya banyak waktu untuk mengurus wajah (serasa paling sibuk di dunia x_x). Kira-kira dua tahun terakhir ini saya sudah tidak pernah facial, maskeran, dan memakai krim malam. Membersihkan muka selalu pakai sabun muka, tidak pakai susu pembersih. Bekal wajah hanya pelembab di pagi hari.

Teman saya meng-encourage untuk melakukan perawatan wajah sendiri di rumah. Ngga perlu ke salon atau klinik kecantikan. Lalu saya diterangkan satu per satu kegunaan dan langkah-langkah penggunaan produk. 1..2..3. Lalu saya mulai dengan Morning Cleanser, dilanjut dengan Desquacrem yang berguna untuk menghilangkan komedo. Setelah itu saya pakai Masque nutri-appaisant, masker yang bertekstur krim, tidak seperti masker pada umumnya yang berbentuk bubuk dan dicampur dengan air mawar atau air biasa. Rampung dengan masker, saya lanjut perawatan wajah dengan Serum SOS apaisant dan diakhiri dengan Hydroptimale THI3, krim ringan yang menghidrasi kulit. Seru juga face spa sendiri di rumah. Hanya butuh kurang lebih 30 menit untuk melakukan semua rangkaian.

Hasilnya mungkin tidak bisa langsung tampak wajah saya mulus dan sebagainya, namun saya pribadi merasakan setelah melakukan satu kali saja rangkaian perawatan wajah ini, kulit wajah saya terasa lembab, kenyal dan segar. Sebelumnya kering, kasar dan kusam. Ini karena kandungan pelembab dari produk Sothys yang tinggi sehingga bekerja maksimal di kulit wajah saya yang membutuhkan kelembababan. Formulanya bebas sabun, jadi jangan cari busa kalo memakai produk Sothys. Meski tanpa busa, produknya nyata membersihkan kulit. Kulit yang kering sekali atau dehidrasi ternyata lebih mudah menimbulkan minyak. Itulah yang saya rasakan sebelumnya, wajah saya kering namun berminyak.

Sekarang saya sudah dua kali perawatan, dan saya melakukan perawatan ini secara kontinyu untuk menjaga keremajaan dan kesehatan kulit wajah saya.

Semoga besok-besok dapat produk Sothys lagi :D

Terima kasih Sothys :)
© Stories from An Affogato Lover
Maira Gall