Sunday, August 9, 2015

Menyusui Itu Capek! Bohong Kalo Ada Yang Bilang Ngga...

Sekarang lagi Pekan ASI. Pekan ASI ini ga cuma diperingati di Indonesia, namun juga di dunia. World Breastfeeding Week. Tema Pekan ASI tahun ini: Breastfeeding and Work, Let's make it work!
www.worldbreastfeedingweek.org
Berdasarkan data AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), persentase Ibu yang memberikan ASI ekslusif bagi bayinya belum mencapai 50%. Sedih ya? Tetapi itu kenyataannya. Belum semua Ibu Indonesia mengerti arti pentingnya memberikan ASI bagi bayinya.

NIAT, NIAT, NIAT! 

Saya bingung dan sedih apabila ada Ibu yang cepat-cepat kasih susu formula kepada anak bayinya yang berusia kurang dari satu bulan dengan berbagai alasan (tentunya alasan non-medis). Apalagi kalo yang menganjurkan dokter anak atau obgyn. Rasanya pengen demo itu dokter. Kok tega banget ya menyurutkan kemauan dan kemampuan Ibu untuk menyusui.

Memberikan ASI memang membutuhkan perjuangan, dari mulai fisik maupun waktu. Apalagi bagi para Ibu bekerja kantoran. Perjuangannya dobel, selain berusaha supaya pekerjaannya bisa tetap lancar tapi juga menyempatkan waktu di sela-sela pekerjaan untuk tetap bisa memompa demi cita-cita memberikan ASI kepada bayinya hingga dua tahun. Kalau Ibu tanya gimana caranya supaya bisa berhasil, jawabannya cuma satu: NIAT!

Niat menyusui harus dimiliki dari sejak hamil. Tekad untuk menyusui harus dipupuk terus dari sejak janin di kandungan. Dengan begitu segala kekuatiran tentang menyusui bisa sirna begitu aja. Saya memiliki putra berusia 2 tahun 1 bulan, dan baru lepas ASI (disapih) kurang lebih 1,5 bulan yang lalu. Saya menyusui putra kecil saya dari usia 0 bulan hingga mendapatkan ASI ekslusif sampai 6 bulan, lalu lanjut terus hingga 1 tahun 4 bulan.

Ketika usia anak saya 1 tahun 4 bulan tersebut, stok ASI saya sudah sangat menipis, tidak cukup lagi untuk kebutuhan ASI hariannya. Lalu saya mengkombinasikannya dengan memberi susu formula tambahan. Namun saya tetap memompa dan menyusui anak saya di malam hari. Meski sekali mompa hanya dapat sekita 60 ml atau bahkan kurang dari itu, saya tetap semangat. Saya tetap memompa hingga anak saya usia 1 tahun 8 bulan.

Ketika lama-kelamaan hasil pompa saya sudah semakin sedikit (kurang lebih 30 ml sekali mompa). Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti memompa, kadang memompa 2 hari sekali ketika kira-kira ASInya sudah terkumpul dan bisa 'dipanen' hahaha. Meski berhenti memompa, saya tetap menyusui anak saya hingga dua tahun.

Menjelang dua tahun, saya mengurangi frekuensi menyusui dengan tujuan agar tidak terlalu sulit menyapihnya karena anak saya tipe yang doyan banget nyusu. Mungkin tagline dia saat itu "nenen is my favorit thing". Dari mulai menyusui tiap malam, lalu dua hari sekali, hingga seminggu sekali, hingga akhirnya dia lepas dari pelukan menyusui saya. Hiks.. sedih juga sih.. momen menyusui lenyap begitu saja. Tapi saya puas, puas karena dapat mewujudkan cita-cita dan menunaikan kewajiban dan tanggung jawab utama saya kepada anak saya: menyusui hingga dua tahun!

Mungkin ngga semua Ibu berhasil bisa menyusui hingga dua tahun, ada yang kurang ada yang lebih. Ngga masalah, yang penting tetap berusaha dan niat menyusui tetap dijalankan. Sekarang ini kampanye dan dukungan untuk menyusui terus digalakkan oleh berbagai pihak, dari mulai pemerintah, LSM hingga individu seperti saya. Dari mulai memberi penyuluhan tentang menyusui hingga menyediakan ruang laktasi bagi Ibu menyusui.

Tapi jangan salah, kampanye menyusui ini bukan ditujukan untuk membanggakan diri atau merasa ekslusif bagi Ibu yang berhasil menyusui, atau mengecilkan para Ibu yang tidak berhasil menyusui. Menyusui bayi bukan cuma supaya dibilang keren, lho, Bu! Tetapi karena mendapatkan ASI itu adalah hak bayi, dan tanggung jawab kita sebagai Ibu untuk memenuhinya. Jangan bilang "Situ enak, ASInya banyak, saya nih ASInya tipis banget." Semua masih bisa diusahakan kok. Banyak tips seputar menyusui yang beredar di internet yang bisa dibaca, belum lagi tips dari orang tua kita yang sudah lebih berpengalaman. Niat yang ada tinggal diwujudkan, lakukan dengan tekun, ga perlu pake stres, ga usah banyak mikir, ASI pasti ngalir. Ngga mungkin Tuhan pilih-pilih wanita A atau B atau C saja yang dikaruniai dengan ASI melimpah, sementara wanita lain ngga. Kalaupun ASI kita sedikit, tidak perlu minder. Kuncinya satu, tetap menyusui. Ada demand, ada supply. Itu aja yang perlu dipegang.
Photo: Aurimas Mikalauskas (Flickr)
Menyusui itu capek! Bohong banget kalo ada yang bilang ngga! 
Siapa yang bilang menyusui itu ngga capek? Kalau ada Ibu yang bilang menyusui itu ngga capek, saya mau dong kenalan, saya mau kasih selamat dan mau acungi jempol atas staminanya yang prima.

Apa sih di dunia ini yang ga bikin capek? Kerja pasti capek, hamil juga capek, badan pegal-pegal. Jadi kalo menyusui itu capek, ya udah wajar. Saya maklum kalo ada Ibu yang mengeluh capek menyusui. Pinggang kaku, menyusui sambil duduk maupun tidur miring. Rasanya mau patah. Capek yang lain lagi bangun tengah malam atau subuh ketika bayi minta nenen. Capek lainnya lagi yaitu harus cuci botol-botol ASIP, pompa, dll, dan menyiapkan semua perangkat pompa untuk ke kantor setiap hari.

Sebelumnya sejak kecil, saya belum pernah memiliki ART. Ibu saya mengerjakan semua sendirian, beliau adalah Ibu Rumah Tangga yang saya banggakan, panutan saya. Dari anak saya usia 3 bulan, Ibu saya membantu merawat anak saya ketika saya bekerja di kantor. Hingga usia anak 1 tahun 3 bulan, saya akhirnya mendapatkan ART untuk merawat anak saya. Puji Tuhan ARTnya baik dan awet hingga sekarang (semoga sampai seterusnya). Jadi dari anak saya lahir hingga berusia 1 tahun 3 bulan, saya cukup capek dengan aktivitas memompa dan menyusui.

Saya cuti dari hobi bersama suami sejak pacaran: nonton film di bioskop, selama hampir satu tahun. Saya ga punya waktu banyak untuk melakukan hobi, ber-me-time ria, luluran, pasang kuteks, maskeran, ke salon, facial, kongkow sama teman-teman karena saya keburu capek. Capek dengan rutinitas sehari-hari yang seakan berkejaran dengan waktu. Kalo pulang agak telat dari kantor, saya ga sabar nunggu angkutan umum yang lama datengnya, pake acara ngetem. Saya pasti langsung cegat taxi, karena PR saya di rumah yaitu: mandi, makan, cuci-cuci botol ASIP, mompa dan menyusui anak, masih setia menunggu. Weekend? Lebih capek lagi, saya harus cuci baju anak saya, momongin, dan tak lupa mompa. Mompa saat weekend itu lumayan banget buat nambahin stok.

Dari sederet rasa capek yang saya alami, ada rasa bahagia yang tak tergantikan. Semua keletihan terbayar melihat wajah puas anak saya ketika menyusu dan tertidur lelap. Masak sih, Ibu ngga mau ngerasain bahagia seperti yang saya rasain?

Menyusui = Prestasi


Sekali lagi, saya sharing sekaligus kampanye tentang menyusui ini bukan untuk menyombongkan diri, tapi untuk memotivasi diri dan para Ibu yang membaca blog saya. Saya sadar, mungkin ada banyak kendala yang ga saya alami, namun Ibu lainnya alami, ketika berjuang memberi ASI bagi bayinya.

Saya termasuk yang beruntung didukung seluruh keluarga untuk memberi ASI. Namun ada beberapa cerita yang saya temui, dimana keluarga Ibu ASI belum sepenuhnya mendukung Ibu untuk memberi ASI kepada bayinya.

Misalnya ada mertua yang bilang: "Anakmu itu laki, ngga akan cukup kalo nenen. Anak laki itu rakus kalo nenen, kasih susu formula juga dong!", ada lagi yang bilang "Anakmu kasih air putih kek, seret itu nenen terus." Belum lagi kalo ASI Ibu belum keluar pasca melahirkan, keluarga udah bisik-bisik aja "Udah kasih susu formula aja, kasihan bayinya haus, nangis terus."

Semua itu sebenarnya karena mereka belum mengerti betul dan belum mendapatkan informasi yang lengkap tentang menyusui. Nah, di sini Ibu perlu memperlengkapi diri dengan pengetahuan tentang menyusui agar ga mudah emosi dan stres mendengar semua celoteh pihak luar, dan bisa menjawab serta menjelaskan fakta yang sebenarnya tentang menyusui.

Untuk menyusui diperlukan motivasi, baik dari diri sendiri maupun pihak luar. Tapi yang paling utama Ibu harus bisa memotivasi diri sendiri. Ibu bisa bilang sama diri sendiri bahwa menyusui itu prestasi bagi Ibu, karena berhasil menaklukkan segala tantangan untuk terus mewujudkan cita-cita.

Ibu boleh bangga sama diri Ibu supaya Ibu tetap memiliki kekuatan untuk terus menyusui. Ibu bisa memberikan reward terhadap diri sendiri, misalnya satu hari spa di salon untuk menghilangkan capek sehingga tubuh tetap fit. Ibu juga bisa minta suami untuk memberi Ibu cuti dari tugas rumah tangga sesekali sebagai hadiah. Masih banyak hal lainnya yang bisa Ibu lakukan untuk memotivasi diri agar terus dapat melanjutkan perjalanan menyusui hingga dua tahun.

Memberi ASI = Berhemat

Memberi ASI bagi bayi itu manfaatnya segambreng. ASI memiliki kandungan DHA paling tinggi dari makanan apapun. ASI memiliki nutrisi paling baik bagi bayi. ASI itu makanan dan minuman tanpa efek samping, aman bagi pencernaan bayi. ASI juga penting untuk membentuk daya tahan tubuh bayi, kesehatan, tumbuh kembang dan kecerdasan otak bayi.

Dari sekian banyak alasan ilmiah tentang manfaat dan kebaikan ASI bagi bayi, ada manfaat yang semua Ibu pasti suka: ASI itu hemat! Ngga perlu dibeli, namun priceless, sangat berharga. Kalau masih susah terima tentang kebaikan ASI dari segi manfaat, mikir itu aja dulu yang paling gampang, menyusui itu hemat.

 Bayangin kalo Ibu memberi ASI tanpa tambahan susu formula kepada bayi Ibu selama dua tahun, berapa banyak uang yang sudah Ibu hemat?

Ayo (Semangat) Menyusui!

Buat para Ibu, mari kita sama-sama mengkampanyekan pemberian ASI kepada bayi. Kalau kita beri ASI pada bayi kita, yang untung kita juga kok, Bu. Bayi jadi ga gampang sakit, kita juga lebih tenang. Kalo anak gampang sakit kan kita juga yang repot dan kuatir. Kalau anak Ibu cerdas nantinya, yang senang Ibu juga kan? Ayolah Bu, saya ga nemu sedikitpun alasan lagi bagi para Ibu untuk ga menyusui bayi Ibu.

Mari kita sama-sama wujudkan anak sehat, generasi sehat. Ibu pasti bisa! Semangat terus yaaaaaaaaaaaaaa!!!

#ayomenyusui

.cis.

Saturday, August 8, 2015

Bakmi GM Delivery: Solusi Makan Siang Di Saat Ngga Punya Waktu Makan Siang

Siapa yang ga setuju kalo Jakarta sekarang makin macet? Jumlah kendaraan bertambah dibarengi dengan pembangunan sarana transportasi yang sedang berjalan di mana-mana. Bagus sih, semoga nantinya Jakarta bisa tambah friendly, berkurang macetnya.

Macetnya Jakarta menuntut warganya untuk lebih time-efficient. Harus pintar ngatur waktu, apalagi buat pekerja kantoran seperti saya. Macet udah pasti ga bisa dihindari, jam berangkat dan pulang kantor barengan dengan ribuan pekerja lainnya. Kalo hari kerja yang ditunggu-tunggu tiba (baca: Jumat), sesekali pengen juga makan siang di luar sama teman-teman sambil cuci mata. Tapi kalo sibuk, jangankan sempat keluyuran makan siang, ke kantin juga rasanya ga punya waktu. Alhasil ga jadi ikut meramaikan kemacetan jam makan siang di luar, makan di meja aja sambil menatap monitor yang LCD-nya udah mulai menguning ini, hiks.

Ngomong-ngomong soal makan siang, itu juga harus efisien. Kalo bisa makan siang setiap hari udah siap di depan meja. Beruntung bagi beberapa karyawan yang perusahaannya punya layanan katering dari perusahaan, jadi ga perlu pusing untuk cari makan siang. Kebayang kalau ada meeting jam 2 siang, berangkatnya jam 1, jam 12 belum selesai bikin proposal, jadi makan siangnya kapan? Dalam kondisi seperti itu saya biasanya membungkus makanan dari kantin dan makan di perjalanan. Mau ngga mau begitu, dari pada ngga makan sama sekali.

Untung ada layanan BAKMI GM DELIVERY.  Layanan pesan antar makanan ini bisa menjadi penyelamat perut di saat sibuk. Kalau udah kebaca jadwal harian akan padat, saya langsung order via telepon (021) 1.500.677 di pagi hari untuk memesan makanan diantar pada saat makan siang. Dengan begitu saya bisa makan tenang, kerjaan tetap jalan.
Sumber: www.bakmigm.com
Selain penyelamat perut di saat sibuk di kantor, Bakmi GM Delivery juga menjadi pilihan tepat saat ngga masak di rumah, dari pada repot cari makan ke luar, mending langsung telepon (021) 1.500.677. Bakmi GM Delivery juga pernah menjadi solusi ketika saya harus menyediakan makan siang untuk meeting mendadak. Jam 09:30 saya telepon Bakmi GM Delivery, jam 11:30 makanan sudah sampai, beres! Pernah juga suatu kali saya dan tim lagi bekerja di kantor klien, kerjaan ngga bisa ditinggal tapi perut udah berontak. Solusinya? Semua sepakat pesan antar Bakmi GM!
  
Semua menu yang ada di resto  Bakmi GM bisa dipesan via layanan delivery. Jadi ga perlu kuatir, menu andalan Bakmi Brokoli Sapi Lada Hitam tetap bisa dinikmati tanpa harus mampir ke outletnya. Sampai tempat bakmi masih hangat, lezatnya ngga beda dengan makan langsung di resto.

Selesai sudah, ngga ada lagi alasan untuk ngga milih Bakmi GM Delivery sebagai solusi makan siang di saat ga punya waktu makan siang.
Bakmi Brokoli Sapi Lada Hitam Favorit. Sumber: www.bakmigm.com

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Review Bakmi GM dan menjadi salah satu pemenang di periode III.
http://bakmigm.com/news/news/detail/pemenang-blog-competition-periode-iii.html

Friday, July 10, 2015

6 Pertimbangan Dalam Memilih Bank

Photo: dok. pribadi
Di era digital serba canggih ini, dunia perbankan dituntut untuk memanjakan nasabahnya dengan berbagai kemudahan bertransaksi. Mulai dari layanan internet banking hingga aplikasi mobile. Ga cuma itu, masyarakat kini semakin cerdas dan selektif dalam memilih bank baik untuk sekedar transaksi harian, menyimpan uang hingga berinvestasi.

Buat saya pribadi, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum membuka rekening atau mengajukan permohonan kartu kredit. Berikut di antaranya:

1. Terpercaya
Terpercaya itu syarat yang ngga bisa ditawar. Bank harus well-known, sehat, ngga bermasalah, serta memiliki banyak kantor cabang dan ATM. Banyaknya cabang dan ATM menjadi salah satu tanda bank dekat dengan nasabah, dan mudah diakses.

2. Bunga kompetitif
Saya sudah pernah membandingkan bunga deposito di tabungan A dan B. Tidak semua bank besar memberi bunga menarik. Bunga kompetitif menjadi pertimbangan penting ketika uang yang diinvestasikan di bank tidak terlalu banyak.

3. Tawaran diskon dan merchant
Smart-shopping itu udah wajib, smart-banking apalagi. Smart-banking menjadi smart-shopping ketika saya bisa memanfaatkan berbagai tawaran diskon yang disediakan bank. Lebih menyenangkan lagi ketika merchant-merchant bank banyak dan umum ditemui. Contoh, diskon makan di restoran favorit, bukan hanya di resto hotel bintang lima. Cashback di apotik langganan, bukan hanya pemeriksaan tertentu di laboratorium yang mahal. Potongan harga di supermarket tempat belanja bulanan, dan sebagainya. Artinya, diskon yang disediakan dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

4. Layanan e-banking
Layanan e-banking mencakup internet banking dan mobile banking. Mudah serta aman bertransaksi lewat internet banking dan mobile banking kapan saja, di mana saja. Apabila ada kendala, mudah dilaporkan dan cepat ditanggapi.

5. Fasilitas setor tunai
Mungkin bagi sebagian orang fasilitas ini tidak terlalu penting. Tetapi bagi saya ini penting. Lumayan lho kalau harus tarik dan setor antar bank secara rutin, fasilitas setor tunai dapat menjadi solusi menghindari biaya admin bank, serta mengantri di kantor cabang.

6. Fasilitas kartu kredit
Hampir semua bank sekarang menerbitkan kartu kredit. Tapi kartu kredit yang paling asik itu yang gratis iuran tahunan seumur hidup, banyak promo, dan upgrade limit tanpa diminta. Poin rewardnya berlaku seumur hidup (tanpa expired) dan terakumulasi ke tahun berikutnya. Ga semua bank memiliki layanan kartu kredit seperti ini.

Setiap nasabah pasti memilih bank yang memiliki paling banyak keuntungan. Hingga kini, CIMB Niaga satu-satunya bank yang memiliki fasilitas terbaik menurut saya. Rekening Ponsel (Rekpon) CIMB Niaga salah satunya. Nasabah disuguhi berbagai tawaran menarik seperti diskon ataupun cashback dengan bertransaksi menggunakan Rekpon. Sebut saja, cashback 30% pembayaran dengan Rekpon belanja di Apotik Century, diskon makan di Italian resto Gio Vanese, dan lain sebagainya. Merchant Rekpon pun semakin banyak, dari restoran, outlet hingga apotek. Rekpon satu-satunya fasilitas yang memungkinkan untuk tarik tunai di ATM tanpa kartu ATM. Jadi saat ATM tertinggal di rumah, tak perlu kuatir karena tetap bisa tarik tunai.

Sama halnya dengan kartu kredit. Asalkan bayar tagihan tepat waktu, tidak pernah ada tunggakan dan histori transaksi baik, limit kartu kredit akan dinaikkan oleh bank secara otomatis, tanpa diajukan oleh pemegang. Jadi bank betul-betul menganalisa dan memberi reward kepada setiap pemegang kartu kreditnya.

Keuntungan lainnya yang sudah pernah saya rasakan antara lain promo Buy 1 Get 1 tiket nonton di Cinema XXI, free popcorn pembelian tiket dengan debit CIMB Niaga di Cinema XXI, tukar poin reward dengan tiket nonton di Blitz Megaplex, tukar poin reward dengan satu kaleng cookies di Harvest setiap hari, cash back 5% belanja di Lotte Mart (berlaku setiap hari) serta berbagai diskon makan di restoran favorit.



.cis.

Tuesday, June 30, 2015

Terminator: Genesys, Tetap Prima Di Usia Tua

Pic: www.cinemaxxtheater.com
Senang rasanya kembali menyaksikan Arnold Schwarzenegger berlaga di film Terminator sekuel kelima ini, Terminator: Genesys. Sesuai dengan usia bintang utama yang semakin tua, robot  T-800 di film ini pun tampak tua dengan kulit yang mengeriput.

Adalah John Connor (Jason Clarke), pemimpin umat manusia yang berjuang menghancurkan Skynet yang telah memporakporandakan bumi beserta umatnya. Demi mengembalikan peradaban manusia, John memimpin sisa umat lainnya dalam perang melawan pasukan mesin Skynet. Kyle Reese (Jai Courtney), anak buah yang diselamatkannya dari serangan Skynet, ditugaskan untuk kembali ke tahun 1984 untuk menyelamatkan ibunya, Sarah Connor (Emilia Clarke) dari incaran Skynet. Alur ceritanya cukup rumit dan maju mundur karena menggabungkan beberapa rentang waktu. Kejadian tak terduga antara lain ketika Sarah Connor yang ingin diselamatkan oleh Kyle Reese rupanya bukanlah seorang pelayan restoran, namun pejuang tangguh yang survive sejak usia 9 tahun ketika Terminator membunuh keluarganya. Sejak itu, T-800 (Arnold Schwarzenegger), menjadi pengawal setianya. Kejutan lain yaitu bahwa ternyata Kyle Reese adalah ayah dari John Connor. Dan kejutan terakhir adalah ketika John Connor sang pejuang umat manusia berubah karakter dari seorang pahlawan menjadi salah satu pasukan mesin Skynet terkuat dan tercanggih yang pada akhirnya berbalik menyerang Sarah dan Kyle.

Alurnya rumit, dan ini hal yang paling menghibur bagi saya untuk sebuah film, sehingga film tidak monoton. Bumbu adegan-adegan kocak ala robot juga cukup mewarnai film ini. Adegan actionnya lumayan terutama pada saat pertarungan yang melibatkan T-1000, the liquid metal. Yang mengesankan adalah Arnold Schwarzenegger yang mulai menua, disesuaikan dengan usia Arnold saat ini (67 tahun). Wujud manusia Arnold tua seperti usia mesinnya. Namun di usia mesin yang sudah uzur itu, aksi "Terminator baik hati" ini tetap prima.

Akting Jason Clarke mengesankan, dua peran dikuasai sekaligus, dari karakter penyelamat manusia hingga berubah drastis menjadi bengis. Sementara akting Jai Courtney biasa saja, mungkin karena karakter tokoh yang dimainkan memang tidak terlalu menonjol. Untuk seorang wanita pejuang tangguh, postur Emilia Clarke kurang mewakili. Akting Arnold Schwarzenegger tidak perlu diragukan lagi.

Menit pertama hingga pertengahan film masih menarik, namun di pertengahan film hingga selesai sudah hampir tidak ada kejutan lagi dan cenderung membosankan. Biar bagaimanapun aksi Arnold Schwarzenegger dapat mengobati penonton setianya yang sudah rindu dengan kehadirannya di layar kaca.

Personal score: 7/10

.cis.

Tuesday, June 23, 2015

Minions, Tetap Lucu


Secara konsisten, Minions, yang merupakan spin-off dari Despicable Me, tetap lucu seperti dua film berbintang utama makhluk kuning mini sebelumnya. Alur ceritanya mundur ke masa puluhan tahun silam sebelum para Minions bertemu dengan Gru. Di masa itu digambarkan bagaimana para Minions mencari bos super jahat untuk menjadi pemimpin mereka. Tanpa seorang bos, hidup mereka tak ada gairah. Beberapa bos pendahulunya dari dinosaurus hingga beruang, tidak bertahan lama. Hal itu mendorong wakil Minions, Kevin, Stuart dan Bob untuk mencari bos yang sesungguhnya, the super villain. Pencarian tersebut membawa mereka sampai ke Orlando, ke perkumpulan penjahat kelas kakap dimana akhirnya para Minions sukses menjadi anak buah Scarlet Overkill (Sandra Bullock), the super villain wanita paling ditakuti di dunia.

Salah satu aksi lucu terjadi pada saat Minions mengerjakan tugas pertama dari Scarlet yaitu mencuri mahkota Queen Elizabeth. Selanjutnya, akhir cerita bisa ditebak. Sudah pasti film kartun komedi seperti ini alurnya dibuat ringan dan sederhana dengan adegan humor yang lebih menonjol, meski tidak selamanya adegan-adegan tersebut membuat terpingkal. Ada kalanya penonton dibuat senyum saja. Biar bagaimanapun, film ini tetap menghibur karena makhluk ciptaan Pierre Coffin ini memiliki karakter natural yang kuat, baik dari tingkah laku maupun suara.

Kejutan di film minion ini adalah bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahasa Minions terdengar jelas. Ada kata 'kemari' dan 'terima kasih' dalam dialognya. Suatu kebanggaan tersendiri mendengar bahasa Indonesia dipakai di film Hollywood, mengingat bahasa Indonesia bukan bahasa internasional.

Silahkan ditonton untuk mengetahui cerita lengkapnya.

Personal score: 7/10
.cis.

Saturday, June 13, 2015

Jurassic World, Highly Recommended.

www.cinemaxxtheater.com
Mendebarkan. Dari awal trailer film Jurassic World muncul, saya bertekad menontonnya. Sesuai ekspektasi saya, ketegangan dalam film ini memuaskan hasrat nonton saya. Jujur saya ga nonton Jurassic Park sekuel sebelumnya, karena sebetulnya saya bukan penyuka film berbintang utama binatang karena biasanya plotnya mudah ditebak. Meski demikian, rasanya film ini memiliki alur ceritanya sendiri (walaupun tetap mudah ditebak juga) dan bisa dinikmati tanpa perlu flash back ke film pertama yang diputar 22 tahun lalu.

Jurassic World merupakan sebuah taman raksasa yang mengagumkan. Terletak di sebuah pulau, taman Jurassic World memamerkan spesies binatang pra-sejarah dinosaurus dan keluarganya dengan atraksi menarik. Taman super mewah ini memungkinkan pengunjung menikmati pengalaman langsung berinteraksi dengan hewan yang sudah punah sejak lama. Jumlah pengunjung Jurassic World meningkat setiap tahunnya. Namun demikian, pemilik taman, Simon Masrani (Irrfan Khan), yang berhasil mewujudkan impian Hammond, penggagas Jurassic Park, tidak mau mengambil risiko merosotnya jumlah pengunjung sehingga dia mengingkan adanya bintang baru di Jurassic World. Indominus rex, keluarga baru dinosaurus hasil rekayasa genetik ilmuwan Jurassic World, Henry Wu (BD Wong) yang memiliki DNA antara lain raptor dan T-rex, ternyata bukan jenis biasa. Hewan ini didesain lebih kuat, lebih menyeramkan, berjumlah gigi banyak, serta dapat mengkamuflase dirinya sendiri. Akhirnya diketahuilah bahwa binatang ini memiliki sifat sangat buas dan berbahaya. Dua pengunjung kakak-beradik Zach (Nick Robinson) dan Gray (Ty Simpkins) terjebak dalam aksi menyelamatkan diri dari binatang buas yang lepas dari kandangnya itu, dan kemudian ditolong oleh bibinya yang kebetulan adalah kepala operasional taman Jurassic World, Claire Dearing (Bryce Dallas Howard) dan pawang raptor, Owen Grady (Chris Pratt).

Taman Jurassic World membawa penonton berimajinasi untuk menyaksikan hewan-hewan yang tak pernah dan tak mungkin lagi dapat disaksikan. Beberapa jenis dinosaurus jinak yang dapat bermain-main dengan anak-anak membuat saya tersenyum betapa hewan tersebut lucu dan seperti memiliki rasa sayang terhadap manusia. Teknologi canggih bergaya futuristik juga menjadi hiasan menawan film yang disutradarai Colin Trevorrow ini. Sekedar info tambahan, Stephen Spielberg bertugas menjadi Executive Producer di sekuel keempat ini, dan dia hanya menyutradarai sekuel 1 dan 2.

Ada pesan moral yang saya petik dari film thrilling sci-fi ini: bahwa manusia dengan akal dan kecerdasannya dengan mudahnya mencipta lalu memusnahkan begitu saja sebuah makhluk hidup hanya demi ego. Dalam hal ini hewan yang adalah makhluk hidup tak berakal budi, hanya menjadi korban keserakahan manusia. Wew, saya kayaknya kebawa perasaan ya hahaha.. akibat terlalu menghayati jalan cerita.

Well, biar ga penasaran, tonton aja film ini. Film ini lagi ramai diputar di bioskop hingga rata-rata per bioskop menjatah dua studio khusus film ini saja.

Personal score: 7/10

.cis.

Wednesday, June 10, 2015

Mi Kering Tropicana Slim, Menikmati Mi Tanpa Rasa Bersalah

Selasa, 9 Juni 2015

Makan mi instan memang nikmat. Tetapi di balik kenikmatan itu ada rasa bersalah di setiap habis menyantap makanan penuh 'dosa' itu. Kok dosa? Iyalah, dosa terhadap kesehatan, karena mi instan ga mengandung nutrisi apapun, atau kebanyakan minusnya buat kesehatan. Meski begitu, tetap saja sesekali saya masih makan mi instan, hahaha..meskipun makannya ngumpet-ngumpet karena takut dilihat dan diminta anak saya.

Namun karena sadar bahwa makan mi instan kurang baik untuk kesehatan karena mengandung garam, lemak dan kalori yang sangat tinggi, maka saya sangat membatasi konsumsi mi instan dalam kehidupan sehari-hari. Kalo ngga lagi kepengen banget atau masih bisa dihindari, saya ga makan mi instan. Atau ketika makan mi instan, saya kombinasi dengan telur, sayur mayur dan bahan lain agar lebih sehat. Jadi rasa bersalahnya tidak terlalu dalam, hehehe..lebai ya?!

Mi Instan Sehat?

Sebelumnya, saya tidak tahu banyak tentang Mi Kering Tropicana Slim. Yang saya tahu, kalau lagi belanja di supermarket, Mi Kering Tropicana Slim lebih mahal dibanding produk mi instan lainnya. Jadi saya mengurungkan niat mencobanya (bukan pelit, lho, tapi ekonomis! hehehe). Lagipula saat itu saya ngga percaya dengan klaim rendah lemak dan sebagainya di bungkusnya. Saya pikir mi instan semua sama ngga baiknya. Namun entah gimana akhirnya saya nyasar ke website Tropicana Slim, dan membaca tentan Mi Kering Tropicana Slim. Ketika membaca dengan teliti penjelasan dan informasi kandungan kalori, lemak dan natrium (garam) Mi Kering Tropicana Slim, yang jauh lebih rendah dari mi instan lain, saya baru tahu bahwa ada mi instan yang sehat.

Mengapa lebih sehat? Karena Mi Kering Tropicana Slim tidak melalui proses penggorengan, melainkan dipanggang sehingga kandungan lemaknya lebih rendah. Kandungan lemak yang rendah tersebut menjadikannya rendah kalori. Bagi yang sedang berdiet, Mi Kering Tropicana Slim aman dikonsumsi tanpa merusak program diet yang sedang dijalankan. Tau sendiri dong, diet itu kadang membosankan karena harus mengonsumsi makanan yang rendah garam, rendah gula serta rendah minyak atau tanpa minyak sama sekali. Oleh karena itu, Mi Kering Tropicana Slim bisa menjadi makanan selingan di saat diet karena tidak menggemukkan.

Mi Kering Tropicana Slim memiliki dua varian rasa: Ayam Bakar dan Bebek Panggang. Pulang kantor hari ini saya beli Mi Kering Tropicana Slim rasa Ayam Bakar untuk. Saya mau coba untuk sarapan besok pagi sebelum berangkat ke kantor.

Rabu, 10 Juni 2015

Sarapan Pagi Dengan Mi Kering Tropicana Slim

Makan mi instan untuk sarapan pagi? Ga masalah dong! Tarraaaa... Ini dia, Mi Kering Tropicana Slim Rasa Ayam Bakar yang saya beli kemarin. Pagi ini saya olah untuk sarapan. Enak banget, aroma ayam bakarnya harum, dan tidak berasa vetsinnya seperti mi instan lain. Dari sini saya percaya bahwa kandungan natrium Mi Kering Tropicana Slim jauh lebih rendah dari mi instan lainnya.
Kebetulan lagi ada promo beli 2 dapat 3 di mini market dekat rumah.


Before and after.
Mi Kering Tropicana Slim porsinya pas untuk sarapan. Tidak terlalu kenyang tapi cukup untuk beraktifitas hingga sebelum jam makan siang tiba. Agar lebih seru, saya tambahkan bahan-bahan lain seperti brokoli, tomat, telur mata sapi serta cabai rawit hijau dan daun bawang sebelum saya santap bersama suami. Sekarang saya ga merasa bersalah lagi setiap makan mi instan, karena ada Mi Kering Tropicana Slim.
Porsinya pas untuk sarapan (foto: dok. pribadi)


Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog "Makan Mi, Ga Masalah Dong" oleh Tropicana Slim.

.cis.
© Stories from An Affogato Lover
Maira Gall